Artikel

REZIM IMPORTASI PRODUK UNGGAS AMERIKA SERIKAT

Pada 28 Agustus 1957, Kongres Amerika Serikat mensahkan Poultry Products Inspection Act (“PPIA”), yang ditempatkan dalam Title 21 of the United States Code (“USC”). Undang-undan ini telah diamandemen dalam berbagai kesempatan. Dalam PPIA, Konres mengatur kerangka hokum umum mengenai semua aspek perdagangan produk-produk unggas baik impor maupun produksi domestic.
PPIA, 21 USC § 463. Rules and Regulations. (a) Storage and handling of poultry products; violation of regulations: The Secretary may by regulations prescribe conditions under which poultry products capable of use as human food, shall be stored or otherwise handled by any persona engaged in the business of buying, selling, freezing, storing, or transporting, in or for commerce, or importing, such articles, whenever the Secretary deems such action necessary to assure that such articles will not be adulterated or misbranded when delivered to the consumer. Violation of any such regulation is prohibited.
Mengingat unggas bersama dengan produk-produk pangan yang lain, berada di bawah kewenangan dari Departemen Pertanian Amerika Serikat (united States Department of Agriculture (USDA)), Kongres Amerika Serikat mendelegasikan kepada Menteri Pertanian (Secretary of Agriculture) kewajiban untuk membuat aturan-aturan yang lebih detail berkenaan dengan pengawasan atas unggas dan produk-produk unggas. Menteri Pertanian mengundangkan regulasi-regulasi yang menetapkan persyaratan-persyaratan dalam mana produk-produk unggas diijinkan untuk diimpor di Amerika Serikat yang ditempatkan dalam US Code of Federal Regulations (“CFR”).
Menteri telah menetapkan rezim berbasis kesepadanan (equivalence) untuk mendapatkan izin untuk mengimpor produk-produk unggas ke Amerika Serikat. FSIS, sebuah badan (agency) dari USDA mengimplementasikan dan melaksanakan regulasi-regulasi mengenai impor produk-produk unggas. FSIS mengotorisasi pengimporan produk-produk unggas ke AS berbasis Negara. Negara-negara yang berkeinginan mengekspor produk-produk unggas ke ASharus pertama-tama mengajukan permintaan untuk penentuan dapat mengekspor (eligibility) ke AS oleh FSIS. FSIS kemudian akan menetapkan apakah system inspeksi yang berlaku di Negara pemohon sepadan dengan system inspeksi yang berlaku di AS agar diijinkan untuk pengimporan produk-produk unggas.
Jika FSIS menentukan bahwa system inspeksi di Negara pemohon adalah sepadan dengan yang ada di AS, FSIS akan menerbitkan aturan yang mengijinkan pengimporan produk-prodduk unggas dari Negara pemohon itu dalam Federal Register. Menindaklanjuti penentuan awal itu, FSIS juga melakukan pemeriksaan ulang tahunan untuk menentukan apakah standard keamanan dan kesehatan unggas di Negara yang disetujui tetap sepadan dengan system inspeksi yang di AS. FSIS Juga melakukan inspeksi ulang produk-produk yang diimpor untuk memastikan bahwa produk-produk unggas yang diimpor itu memenuhi stadar keamanan dan kesehatan produk unggas di AS. Prosedur-prosedur yang diikuti oleh the FSIS untuk menentukan kesepadanan antara system inspeksi produk unggas di AS dan di Negara pemohon adalah seperti di bawah ini.
Proses kesepadanan dimulai oleh Negara pemohon yang membuat permohonan untuk dpat mengekspor (eligibility) produk-produk unggas ke AS. Setelah permohonan kesepadanan disampaikan, FSIS akan mengevaluasi kesepadanan dari system inspeksi di Negara pemohon. Jika FSIS menentukan bahwa system inspeksi di Negara pemohon sepadan dengan system inspeksi di AS , Negara pemohon harus mensertifikasi penetapan sebagai dapat mengekspor. Seteah Negara pemohon melakukan pengeksporan, FSIS melakukan verifikasi kesepadanan berkelanjutan. Proses-proses itu mencakup:
(1) Penentuan kesepadanan awal (Initial equivalence determination): Dalam tahapan yang pertama ini FSIS menentukan apakah system inspeksi unggas di Negara pemohon sepadan dengan system di AS. Jika FSIS membuat suatu penentuan awal bahwa system inspeksi itu sepadan, FSI S menerbitkan rancangan aturan dalam Federal Register. Jika sesudah pemeriksaan atas komentar-komentar diterima, FSIS membuat penentuan akhir (final) bahwa system inspeksi di Negara pemohon adalah sepadan, FSIS menerbitkan aturan fina dalam Federal Register dan menambahkan pemohon pada daftar dalam CFR Negara-negara yang eligible untuk mengekspor produk-produk unggas ke AS.

(2) Certification of establishments: Selama dalam tahapan ini, Negara pemohon yang eligible harus mensertifikasi penunjukan individual sebagai fit ntuk mengekspor ke AS; dan,

(3) Ongoing equivalence verification: Dalam tahapan ketiga ini, Negara pemohon yang eligible melakukan proses kesepadanan berkelanjutan untuk memelihara eligibilitas untuk megekspor ke AS.
1. Tahapan Pertama: Initial equivalence determination
Dalam tahapan ini FSIS melakukan investigasi apakah system inspeksi unggas di Negara pemohon adalah sepadan dengan system inspeksi di AS. Tahap pertama ini dipicu oleh adanya permohonan untuk mendapatkan otorisasi untuk mengekspor produk-produkunggas ke AS.Permohonan arus melampirkan salinan dari semua undang-undang dan regulasi-regulasi dalam mana system inspeksi itu didasarkan.
Sekali eligibilitas untuk pengimporan dimohonkan, evaluasi kesepadanan awal dilakukan yang meliputi tiga langkah yang berkelanjutan:
(a) pemeriksaan atas dokumen-dokumen,
Langkah pertama dalam tahapan kesepadanan awal adaah pemeriksaan dokumen, yaitu perundang-undangan di Negara pemohon dan termasuk informasi-insformasi yang diperlukan yang berkaitan dengan system inspeksi di Negara pemohon. Jika dalam tahapan ini terdapat hasil yang memuaskan yaitu system inspeksi berdasar perundang-undangan sepadan dengan yang ada di AS, FSIS akan meanjutkan dengan tahapan kedua, yaitu pemeriksaan di lapangan (on-site audit).

(b) audit lapangan;
Selama dalam tahapan ini tenaga-tenaga ahli dari FSIS akan memverifikasi bahwa system regulasi di Negara pemohon sudah benar-benar menerapkan perundang-undangan dan persyaratan-persyaratan inspeksi yang menurut FSIS sepadan dalam pemeriksaan dokumen.
(c) publikasi rancangan aturan dan aturan finak dalam Federal Register dan penambahan Negara pemohon pada daftar dalam CFR.
Langkah ketiga adalah penerbitan aturan fina yang mengijinkan pengimporan produk-produk unggas dari caon pengekspor yang disertifikasi di Negara pemohon. Setelah langkah pertama dan kedua diakukan dan hasilnya positif bahwa Negara pemohon eligible untuk mengekspor, FSIS menerbitkan draft aturan dalam Federal Register yang mengumumkan hasil dari angkah pertama dan kedua dan mengajukan penambahan neara pengespor dalam daftar Negara-negara yang eligible untuk mengekspor ke AS dalam CFR. Setelah penerimaan pertimbangan dan komentar-komentar dari pubik, FSIS membuat keptusan akhir tentang kesepadanan berdasarkan semua informasi yang tersedia dan sesudahnya menerbitkan eligibilitas dari negara pemohon dalam keputusan final dan menempatkan dalam CFR.
2. Tahapan Kedua: Penunjukan (sertifikasi) Perusahaan untuk mengekspor
Setelah tahapan penentuan kesepadanan awal dilalui, Negara pemohon harus melakukan inspeksi kepada perusahaan atau pihak yang ingin mengekspor ke AS. Hanya perusahaan yang ditentukan oleh otoritas Negara pemohon untuk memenuhi secara penuh persyaratan-persyaratan kesepadanan yang dapat disertifikasi untuk mengekspor ke AS. Otoritas Negara pemohon harus memastikan kesesuaian yang berkelanjutan dengan persyaratan kesepadanan kesehatan, secara khusus pada perusahaan yang mengekspor ke AS. Negara pemohon memberitahu kepada FSIS perusahaan-perusahaan yang disertifikasi dengan mengirimkan daftar perusahaan yang ditunjuk sesuai dengan formulir yang ditentukan dalam CFR. Penunjukan ini harus diperbarui tahunan.
3. Tahapan ketiga: Ongoing equivalence verification
Regulasi-regulasi itu menentukan bahwa review yan berkelanjutan dilakukan oleh FSIS. Tujuan dari review yang berkelanjutan adalah untuk memelihara eligibilitas untuk pengekspooran. Sebagaimana tahapan awal penentuan kesepadanan, verifikasi kesepadanan yang berkelanjutan dilakukan dalam tiga tahapan: (i) analisis atas dokumen-dokumen yang didapatkan kemudian, (ii) audit lapangan lebih lanjut, dan (iii) inspeksi terus menerus di pelabuhan atau tempat pemasukan produk-produk unggas yang dikapalkan ke AS dari Negara pengekspor yang eligible.

Sumber:

USDA/FSIS, Process for Evaluating the Equivalence of Foreign Meat and Poultry Food Regulatory Systems,

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s