Artikel

Codex: Ketertelusuran Pangan

PRINSIP-PRINSIP KETERTELUSURAN/PENELUSURAN PRODUK SEBAGAI ALAT DALAM SISTEM INSPEKSI DAN SERTIFIKASI

CODEX ALIMENTARIUS COMMISSION

PRINCIPLES FOR TRACEABILITY/PRODUCT TRACING AS A TOOL
WITHIN A FOOD INSPECTION AND CERTIFICATION SYSTEM
CAC/GL 60-2006
BAGIAN 1 RUANG LINGKUP

1. Dokumen ini menguraikan serangkaian prinsip untuk membantu otoritas yang berwenang dalam memberdayakan ketertelusuran/penelusuran sebagai suatu perangkat dalam system inspeksi dan sertifikasi mereka. Dokumen ini harus dibaca dalam hubungannya dengan semua teks Codex yang relevan maupun yang diadopsi oleh IPPC dan OIE dimana sesuai.
2. Menyadari mandat ganda dari Codex Alimentarius, ketertelusuran/penelusuran produk adalah suatu perangkat yang dapat diterapkan, bilamana dan sebagaimana layak, dalam system inspeksi dan sertifikasi dalam rangka memberikan kontribusi terhadap perlindungan konsumen terhadap bahaya yang timbul dari pangan dan praktek pemasaran yang menyesatkan dan fasilitasi perdagangan atas dasar deskripsi produk yang akurat.
Bagian 2- Pengertian-pengertian
Inspection : adalah pemeriksaan pangan atau sistem untuk pengawasan pangan, bahan baku, pengolahan dan distribusi, termasuk pengujian dalam proses dan produk jadi, untuk memverifikasi bahwa mereka memenuhi persyaratan-persyaratan.
Sertifikasi : adalah prosedur dimana lembaga sertifikasi resmi dan
badan yang diakui secara resmi menyediakan jaminan tertulis atau yang sepadan bahwa pangan atau sistem pengawasan pangan sesuai dengan persyaratan-persyaratan. Sertifikasi pangan dapat, sebagaimana layak, berdasarkan berbagai kegiatan inspeksi yang dapat meliputi inspeksi on-line yang kontiniu, audit sistem jaminan kualitas, dan pemeriksaan produk-produk jadi.
Kesepadanan (Equivalence ): adalah kapabiitas system inspeksi dan sertifikasi yang berbeda untuk memenuhi tujuan-tujuan yang sama.
Ketertelusuran/penelusuran produk : kemampuan untuk mengikuti pergerakan suatu pangan melalui tahapan (-tahapan) tertentu dari produksi, pemrosesan dan distribusi.

BAGIAN 3 – PRINSIP-PRINSIP

3. Prinsip-prinsip ini meliputi konteks, rasionale, rancangan dan penerapan ketertelusuran/penelusuran produk sebagai perangkat untuk penggunaan oleh otoritas yang berwenang dalam system inspeksi dan sertifikasi.

Konteks
4.Ketertelusuran/Penelusuran produk, sebagaimana didefenisikan di atas, adalah tu diari sejumlah perangkat yang dapat diberdayakan oleh suatu otoritas yang berwenang dalam system inspeksi dan sertifikasi pangan.
5.Suatu negara pengimpor harus mempertimbangkan bahwa suatu system inspeksi dan sertifikasi pangan tanpa perangkat ketertelusuran/penelusuran produk dapat memenuhi tujuan yang sama dan menghasilkan hasil yang sama (misalnya mengenai keamanan pangan, memberikan tingkat perlindungan yang sama) sebagaimana system inspeksi dan sertifikasi pangan dengan ketertelusuran/penelusuran produk.
6. Adalah harus tidak wajib untuk suatu Negara pengekspor untuk meniru (yaitu membangun sama) perangkat ketertelusuran / penelusuran produk seperti yang digunakan oleh negara pengimpor, dalam hal berlaku.
Rationale
7. Penerapan dari perangkat keterteusuran/peneusuran produk oleh otoritas yang berwenang harus meningkatkan efektivitas dan / atau efisiensi tindakan-tindakan yang mungkin perlu mengenai aturan-aturan atau persyaratan-persyaratan dalam system inspeksi dan sertifikasi pangan .
8. Ketertelusuran/penelusuran produk adalah suatu perangkat yang apabia diterapkan daam konteks keamanan pangan tidak pada dirinya meningkatkan hasi-hasil keamanan pangan kecuali ia dikombinasikan dengan aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan yang layak. Ia dapat menyumbang pada efektivitas dan/atau efisiensi dari aturan-aturan keamanan pangan terkait. .
9. Ketertelusuran/penelusuran produk adalah suatu perangkat yang apabila diterapkan dalam system inspeksi dan sertifikasi pangan dapat menyumbang pada perlindungan konsumen terhadap praktek-praktek pemaasaran yang menyesatkan dan fasilitasi perdagangan atas dasar deskripsi produk yang akurat.
10. Dalam setiap kasus suatu perangkat ketertelusuran/penelusuran produk harus dibenarkan dalam konteks system inspeksi dan sertifikasi pangan dan keperluan, tujuan-tujuan dan spesifikasi-spesifikasi dari perangkat ketertelusuran/penelusuran produk secara jelas dijabarkan. Ruang lingkup dan jangkauan penerapan perangkat itu harus uga konsiten dengan kebutuhan yang dijabarkan.
Disain
11. Perangkat ketertelusuran/penelusuran produk dapat berlaku pada semua atau pada tahapan tertentu dari rantai pangan (dari produksi sampai distribusi), sebagaimana sesuai dengan tujuan system inspeksi dan sertifikasi pangan.
12. Perangkat ketertelusuran/penelusuran produk harus dapat mengidentifikasi pada setiap tahapan tertentu dari rantai pangan (mulai dari produksi hingga distribusi) dari mana pangan datang (satu langkah mundur) dan kemana pangan pergi (satu langkah maju), sebagaimana sesuai dengan tujuan-tujuan system inspeksi dan sertifikasi pangan.
13. Tujuan, ruang lingkup dan prosedur-prosedur terkait dari sitem inspeksi dan sertifikasi pangan yang meliputi perangkat ketertelusuran/penelusuran produk harus
transparan dan dibuat tersedia untuk otoritas-otoritas yang berwenang dari negara pengekspor atas permintaan.
Penerapan
14. Penerapan ketertelusuran/penelusuran produk harus memperhitungkan kemampuan negara-negara sedang berkembang.
15. Jika dalam konteks perangkat ketertelusuran/penelusuran produk suatu Negara pengimpor mempunyai tujuan atau hasil-hasil system inspeksi dan sertifikasi pangan mereka yang tidak dapat dipenuhi oleh suatu Negara pengekspor, negara pengimpor harus mempertimbangkan Penyediaan bantuan kepada negara pengekspor, dan terutama dalam kasus negara sedang berkembang. Bantuan dapat meliputi kerangka waktu yang lebih lama untuk pelaksanaan, fleksibilitas desain dan bantuan teknis, sehingga tujuan atau hasil dari system inspeksi dan sertifikasi pangan Negara pengimpor dapat dipenuhi.
16. Suatu system inspeksi dan sertifikasi pangan dalam mana perangkat ketertelusuran/penelusuran produk diterapkan harus tidak lebih membatasi perdagangan daripada yang perlu.
17. Penerapan perangkat ketertelusuran/penelusuran produk harus praktis, layak secara teknis dan ekonomis dalam system inspeksi dan sertifikasi pangan.
18. Dalam memutuskan apakah dan bagaimana menerapkan perangkat ketertelusuran/penelusuran produk, dalam konteks system inspeksi dan sertifikasi pangan otoritas yang berwenang harus mempertimbangkan risiko-resiko keamanan pangan yang dinilai dan/atau karakteristik-karakteristik praktek-praktek pemasaran yang potensial menyesatkan ditangani.
19. Perangkat ketertelusuran/penelusuran produk dalam konteks system inspeksi dan sertifikasi pangan harus dilaksanakan bilamana dan sebagaimana layak atas dasar kasus per kasus.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s