Artikel

Tingkat Perlindungan yang Layak

Managemen Resiko mencakup hal-hal mengenai pembuatan keputusan mengenai tingkat perlindungan yang ditetapkan oleh suatu Negara sebagai layak untuk mengamankan wilayahnya dan aturan-aturan yang akan digunakannya untuk mencapai tingkat perlindungan tersebut. Sekretariat WTO menjelaskan managemen resiko sebagai berikut:

“Risk management involves a number of steps. These include, inter alia, decisions regarding the acceptable level of risk; identification of possible options to reduce or eliminate the identified risk; evaluation and selection among these options;implementation of the selected measures, as appropriate; and monitoring and control of the effectiveness of the selected measure.

(Managemen Resiko meliputi sejumlah langkah. Hal ini mencakup, antara lain, keputusan-keputusan mengenai tingkat perlindungan yang dapat diterima, identifikasi atas opsi-opsi yang mungkin untuk mengurangi atau menghapuskan resiko yang diidentifikasi, evaluasi dan pemilihan atas opsi-opsi in; implementasi atas aturan-aturan yang dipilih, sebagaimana layak; dan pemantauan dan pengawasan atas efektifnya aturan-yang dipilih,)

Pilihan-pilihan didasarkan pada keduanya baik bukti ilmiah dan pertimbangan lain seperti kelayakan social dan ekonomi, penentuan nilai social, dan dampaknya pada industry yang diatur. Perjanjian SPS memberikan kebebasan substansial dalam membuat keputusan-keputusan mengenai managemen resiko, tetapi terdapat disiplin-disiplin non ilmiah tertentu yang berlaku untuk memastikan bahwa akibat perdagangan yang merugikan dari keputusan-keputusan ini dibatasi sejauh mungkin.

Konsep Tingkat Perlindungan yang layak

Tingkat perlindungan yang layak dari suatu anggota didefenisikan dalam Lampiran A.5 Perjanjian SPS sebagai [t]he level of protection deemed appropriate by the Member establishing a sanitary or phytosanitary measure to protect human, animal or plant life or health within its territory.’(tingkat perlindungan yang dianggap layak oleh anggota yang menetapkan suatu aturan SPS untuk melindungi kehidupan atu kesehatan manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan dalam wilayahnya). Perjanjian SPS mengkakui hak para anggota untuk menentukan tingkat perlindungan yang layak baginya atau dengan kata lain, para anggota diberi kebebasan untuk menentukan tingkat perlindungan SPS yang ingin mereka capai dengan aturan SPS-nya.

Penentuan tingkat perlindungan yang layak (sebagai salah satu bagian dari managemen resiko) harus dibedakan dari evaluasi atas resiko (salah satu bagian dari penilaian resiko) yang tunduk pada disipin ilmiah. Panel dalam Australia-Salmon gagal membedakan antara keduanya. Panel dalam kasus itu menuliskan:

“We consider that a risk assessment, on which to base an import prohibition in accordance with Article 5.1, cannot be premised on the concept of ‘zero risk. Otherwise, all import prohibitions would be based on a risk assessment since there is a risk (i.e., a possibility of an adverse event occurring), however remote, associated with most (if not all) imports.

Appellate Body dalam kasus itu mempunyai pandangan berbeda dan membatalkan pernyataan panel tersebut dengan menyatakan:

[I]t is important to distinguish — perhaps more carefully than the Panel did –between the evaluation of ‘risk’ in a risk assessment and the determination of the appropriate level of protection. As stated in our Report in European Communities – Hormones, the ‘risk’ evaluated in a risk assessment must be an ascertainable risk; theoretical uncertainty is ‘not the kind of risk which, under Article 5.1, is to be assessed.’ This does not mean, however, that a Member cannot determine its own appropriate level of protection to be ‘zero risk’.

(Adalah perlu untuk memisahkan–mungkin lebih hati-hati daripada yang dilakukan Panel – antara evaluasi ‘resiko’ dalam suatu penilaian esiko dan penentuan tingkat perlindungan yang layak. Sebagaimana dinyatakan dalam Laporan kami dalam Euroean Communities – Hormones, ‘resiko’ yang dievaluasi dalam suatu penilaian resiko haruslah suatu resiko yang dapat diketahui: ketidakpastian teoritis ‘bukanlah jenis dari resiko yang, menurut Pasal 5.1 harus dinilai.’ Hal ini tidak berarti, bagaimanapun, bahwa suatu Anggota tidak dapat menentukan tingkat perlindungannya sendiri menjadi ‘tanpa resiko’.)

Jelasnya, sekali ditetapkan bahwa ada bukti ilmiah mengenai adanya resiko, para anggota bebas untuk memilih tingkat perlindungan yang layak untuk menghadapi resiko tersebut. Pilihan atas tingkat perlindungan yang layak tertentu pada dasarnya adalah keputusan tentang managemen  resiko. Keputusan-keputusan demikian diambil oleh pemerintah atas dasar peniaian atas nilai social yang ada di masyarakat mengenai issu itu seperti mengenai tingkat resiko yang bagaimana yang dapat diterima dalam masyarakat dan apa kelayakan teknikal dan ekonomis, jadi tidak murni atas dasar analisis ilmiah atas resiko. Dengan kata lain, sekali secara ilmiah ditetapkan bahwa resiko SPS ada dan bagaimana besaran dari resiko itu, melalui suatu penilaian resiko, persoalan kebijakan muncul ke permukaan dalam penyusunan regulasi.  Keputusan mengenai tingkat perlindungan yang layak merupakan persoalan politik, yang mencerminkan nilai social yang dipilih. Perjanjian SPS mengakui hal ini, dengan menempatkan tidak adanya persyaratan atas penetapan dasar ilmiah pada pilihan mengenai tindak perlindungan yang layak. Perjanjian SPS juga tidak menempatkan mengenai pembatasan-pembatasan atas tipe-tie dari factor-faktor yang para anggota harus mempertimbangkan dalam memutuskan tingkat perlindungan yang mereka pilih. Jadi aturan-aturan kesehatan nasional dapat berbeda bahkan dimana dasar ilmiah untuk aturan-aturan adalah sama dimana-mana.

Dalam beberapa kasus ditemukan bahw pilihan suatu anggota akan tingkat perlindungan yang sangat tinggi dapat membawa dampak yang sangat serius yang merugikan bagi perekonomian dari Negara anggota yang lain. Hal ini terlihat pada Negara yang tingkat perkembangan ekonomi yang lebih rendah yang dapat menggantungkan pendapatan luar negerinya dari ekspor atas produk.

Walaupun terdapat kebebasan untuk menentukan tingkat perlindungan yang layak, tetapi ia tidak berarti tidak ada aturan yang berlaku. Hal ini ditentukan dalam Pasal 5.4 dan  5.5 Perjanjian SPS.

Tujuan Meminimalisir Dampak Negatif Perdagangan

Ketentuan pertama mengenai pemilihan tingkat perlindungan yang layak diatur dalam Pasal 5.4 Perjanjian SPS. Pasal 5.4 berbunyi:

Members should, when determining the appropriate level of sanitary or phytosanitary protection, take into account the objective of minimizing negative trade effects.

Penggunaan kata ‘should’ dan bukan ‘shall’ mengindikasikan babhwa ketentuan ini tidak wajib etapi berisi rekomendasi Lebih jauh para anggota didorong untuk memperhatikan upaya meminimalisir dampak negative perdagangan sebagai tujuan. Hal ini berarti bahwa para anggota tidak diwajibkan untuk membuat tingkat perlindungan yang layak lebih rendah bahkan jika sekiranya hal itu merupakan opsi yang paling efisien dalam menghadapi suatu situasi.

Panel dalam EC – Hormones mencatat bahwa ketentuan dalam Pasal 5.4 bukanlah suatu kewajiban tetapi suatu rekomendai. Panel menyatakan:

Guided by the wording of Article 5.4, in particular the words ‘should’ (not ‘shall’) and ‘objective’, we consider that this provision of the SPS Agreement does not impose an obligation. However, this objective of minimizing negative trade effects has nonetheless to be taken into account in the interpretation of other provisions of the SPS Agreement.

“Dibimbing oleh kata dalam Pasal 5.4, secara khusus kata ‘should’; (buka shall) dan ‘tujuan (objective), kami mempertimbangkan bahwa ketentuan Perjanjian SPS ini tidak mengenakan suatu kewajiban. Namun, tujuan meminimalisir dampak negative perdagangan tak pelak lagi harus diperhatikan dalam penafsiran atas ketentuan-ketentuan lain dalam Perjanjian SPS.

‘Ketentuan-ketentuan lain yang relevan yang dirujuk dalam Pasal 5.4 tampaknya merujuk pada Pasal 5.5 yang merupakan satu-satunya ketentuan lain mengenai Tingkat Perlindungan yang layak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s